Saturday, June 8, 2013

Versi Indon: Kisah ... TIGA BULAN TIDAK MAMPU MEMANDANG WAJAH SUAMI ...

PUT YOUR TRUST TO ALLAH...100% INSYA-ALLAH (^-^)

ya Allah... ya Allah... ya Allah...
Bismillahirrahmanirrahim...
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Moga semua dalam rahmat-NYA
insyaAllah
 
 
 
 
... TIGA BULAN TIDAK MAMPU MEMANDANG WAJAH SUAMI ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sebuah Kisah nyata yang bisa kita ambil pelajarannya sahabatku ... selamat membaca .., inilah kisahnya :

Perkawinan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.

Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman.Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.”

Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah Subhanahu wa ta’ala.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya:

“Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”.

Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.”

Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah Subhanahu wa ta’ala, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”. Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal. Mendengar keterangan tersebut, jatuh psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya:

“Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”. Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”. “Haah, pergi?”. Kata sang istri. “Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.

Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.

Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …

Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.

Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Pulau Jawa. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.

Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya.Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan,ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

(Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh sahabat tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email~ ….)


Buah Hatiku Berbagi ilmu parenting islami, motivasi dan inspirasi keluarga Muslim Semoga ada hal yang bermanfaat yang terdapat di dalamnya

Monday, June 3, 2013

26.5.2013: Saya Dah kawen...

PUT YOUR TRUST TO ALLAH...100% INSYA-ALLAH (^-^)





ya Allah... ya Allah... ya Allah...




Bismillahirrahmanirrahim...
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...


Moga semua dalam rahmat-NYA

insyaAllah
ALHAMDULILLAH
SAYA DAH KAHWIN ^_______~

Subhanallah...

cepat masa berlalu.

no word to describe

^________~

alhamdulillahi a'la kulli hal wa kulli hal....


ok

doakan kami bercinta ke syurga...

insyaAllah insyaAllah...

dan dikurniakan zuriat yang soleh solehah
sebagai saham akhirat kami di alam sana nanti...

InsyaAllah



Friday, May 10, 2013

Ini Kalilah Aku Bernikah! ^____~

PUT YOUR TRUST TO ALLAH...100% INSYA-ALLAH (^-^)

ya Allah... ya Allah... ya Allah...
Bismillahirrahmanirrahim...
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Moga semua dalam rahmat-NYA
insyaAllah
 
 
Tak sangka pulak rupa-rupanya saya dah besar... ^^,
 
 
 

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

"Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang". (Surah Ar-Rum, ayat 21)

Setinggi-tinggi rasa syukur kehadrat Allah SWT dan rasa rendah diri, saya menjemput dan mempersilakan semua kenalan, sahabat-sahabat dan saudara saudari ke Majlis Kesyukuran sempena perkahwinan kami:

SYAZWANI ABD RAHIM (ALUMNI SHAH ALAM) dengan pasangan MUHAMMAD HAFIZUDDIN BIN SALLEH (SELAYANG).

RUMAH PENGANTIN PEREMPUAN
Tarikh : 26 Mei 2013 bersamaan 16 REJAB 1434H (AHAD)
Alamat : Lot 61, Jalan Masjid, Kg Pasir Hor,
15100 Kota Bharu, Kelantan.
Aturcara Majlis : Bermula 11.00 pagi- 5.00 petang
(Turut Mengundang Seisi Keluarga)

Semoga dengan kehadiran serta iringan doa restu para hadiran akan menyerikan dan memeriahkan lagi majlis kami ini dan diberkati Allah SWT jua hendaknya. InsyaAllah.

" Ya Allah Ya Tuhan kami, kami memohon restuMu, berkatilah majlis kami. Limpahkan rahmat ke atas kedua mempelai ini. Jadikanlah rumahtangga mereka aman dan bahagia. Murahkanlah rezeki dan kurniakanlah zuriat yang beriman, bertaqwa dan beramal soleh. Semoga Allah memberikan keberkatan kepada mereka dan semoga Allah memberikan keberkatan atas apa yang mereka lakukan serta mengumpulkan mereka dalam kebaikan ". Amin Ya Robbal 'Alamin'

Syukran jiddan jiddan. ^______^

TAKBIR!!! INIKALILAH KAMI BERNIKAH!

Thursday, May 9, 2013

MAMA.... Luv you Lillahi.

PUT YOUR TRUST TO ALLAH...100% INSYA-ALLAH (^-^)

ya Allah... ya Allah... ya Allah...
Bismillahirrahmanirrahim...
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Moga semua dalam rahmat-NYA
insyaAllah
ni mama saya ^____^
mama...
mama...
mama...
^_________________^
anak mana dalam dunia ni yang tidak sayang pada ibunya?
pasti jiwa anak-anak itu fitrahnya sayang akan orang tua mereka
dan
orang tua mana yang tidak berkorban untuk anak-anak?
pasti jiwa hamba yang soleh itu akan kasih akan anak-anak dan rela berkorban
begitu juga saya
 kita melalui fitrah rasa kasih itu

tapi Allah susunkan susunannya

pertama Allah

kedua Rasulullah s.a.w.
seterusnya ibu bapa, dan sebagainya

dan 

kita wajib terima seadanya

bersyukur dan redha

kadang

pendapat kita lain

kadang fikiran kita bertembung

kata kita beza

tapi kita tidak boleh untuk tidak bersyukur apa adanya

itu yang terbaik

itu tarbiyyah Allah

Alhamdulillah

hidup mana yang ingin diri diuji?

hati mana yang rasa lapang ditentang?

fitrah hati mana lapang dalam paksa?

tidak

tetap harus ada sabar

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

mama

abah

kita beza di sini

bukan sia-sia anak mu ini tidak menurut mu

bukan atas dasar nafsu ku anak mu ini tidak menurut mu
bukan kerana jahil anak mu ini tidak menurut mu
tapi
ini dari Allah
anak mu ini ingin cemerlang akhirat lebih dari dunia ni
bukan dunia semata
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
mengapa fikrah kita beza?
tak apa 
itu aturan Allah
^^,
jangan hanya kerana kita lain di sini
kita berpecah
kalian tetap saya hormati
dengan hormat yang tinggi
dengan rasa sayang dan kasih yang tinggi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
kadang
saya sangat cemburu
 melihat sahabat2 yang ahli keluarganya 
punya fikrah yang sama
mereka saling bekerjasama bantu juang Ad-Din
tapi di sini 
sendiri mencari ruang dan peluang
masyaAllah...
alhamdulillah...
saya redha
 ^____________^ 



Ya Rabbi, Engkau kasihkan lah kedua ibu bapa ku, ubun-ubun mereka dalam genggaman mu, maka berikanlah petunjuk yang terbaik bagi kami.

Aamiin...

alhamdulillah...

^^,

Luv Allah, Luv Rasulullah s.a.w., Luv mama, Luv abah...

Luv All...

Saya sayang semua kerana ALLAH

TAKBIR!!!

ALLAHU AKBAR!!!

^____^


Monday, May 6, 2013

Ni Ambe Punyo Atukk ^____~

PUT YOUR TRUST TO ALLAH...100% INSYA-ALLAH (^-^)

ya Allah... ya Allah... ya Allah...
Bismillahirrahmanirrahim...
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Moga semua dalam rahmat-NYA
insyaAllah
 
 
 

nie ambo nk kongsi sikit Biodata Tok Guru kito. meh kito samo-samo baca walaupun panje tp ambik skit maso..


Biodata YAB Dato' Bentara Setia Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat

Nama : Nik Abdul Aziz bin Nik Mat
Tarikh Lahir: 1931
Tempat lahir : Kampung Pulau Melaka,Kelantan.

Pengajian :
1-Pondok Tuan Guru Hj Abbas, Besut
2-Universiti Deoband India
3-Universiti Lahore Pakistan
4-Universiti Al Azhar
5-Sarjana Muda bahasa Arab
6-Sarjana Perundangan Islam

Tuan Guru Dato’ Nik Abdul Aziz Nik Mat dilahirkan dalam sebuah keluarga yang sangat kuat berpegang kepada ajaran Islam di Kampung Pulau Melaka, Kota Bharu, Kelantan pada tahun 1931.

Bapanya, Haji Nik Mat bin Raja Banjar bin Raja Abdullah bin Raja Mamat merupakan keturunan Raja Jembal. Bapanya lebih dikenali dengan panggilan Tuan Guru Nik Mat Alim disebabkan beliau arif dalam ilmu-ilmu agama. Beliau terkenal di Kelantan dalam mengendalikan institusi pengajian pondok di Kampung Kedai Lalat.

Di situlah Nik Abdul Aziz mendapat pendidikan awal bersama ratusan pelajar Islam dari segenap ceruk rantau Asia Tenggara. Sejak kecil beliau mempelajari dan mendalami kitab-kitab agama yang muktabar dari Almarhum ayahandanya serta belajar menulis daripada ibunya Hajah Aminah Majid.

Sewaktu usia 9 tahun, Nik Abdul Aziz dihantar berguru dengan Tuan Guru Haji Abas Mohamad di pondok Madrasah Ittifaqiyah, Jertih, Besut, Terengganu. Tuan Guru menuntut ilmu di situ selama setahun sehingga peperangan Jepun berlaku dan pengajian dihentikan buat seketika.

Pada masa ini juga, Tuan Guru berulang alik ke Kampung Sirih, berguru dengan Tok Khurasan dan belajar dengan Tuan Guru Ali Pulau Pisang dalam mata pelajaran Nahu dan Tuan Guru Dato’ Muhamad Nur Ibrahim (bekas Mufti Kelantan) dalam pelajaran Fekah. Setelah perang tamat Tuan Guru menyambung kembali pelajaran secara formal di Ittifaqiyah.

Walaupun usia Tuan Guru masih muda tetapi beliau dapat menguasai kitab Asmuni (sebuah kitab nahu yang agak tinggi) setanding dengan murid-murid yang lebih tua.

Pada tahun 1945 beliau menyambung pelajaran di Jamek Merbawi Al-Ismaili, Kota Bharu hingga 1952. Beliau menyambung pelajaran ke Universiti Darul Ulum di Deoban, India, mendalami ilmu Fekah, Usul Fekah, Tafsir al-Qur’an, Hadis dan lain-lain.

Ketika di India beliau juga telah berguru dengan Sheik al-Hadith dan guru Tarikat yang terkemuka di India iaitu Maulana Mohamad Ahmad Al-Madani dengan mendapat ijazah. Maulana Mohamad seorang pejuang kemerdekaan India yang pertama dan pernah di penjara semasa penjajahan Inggeris.

Pada 1957 beliau menyambung pelajaran ke Pakistan dalam bidang Tafsir. Pada 1958 menyambung pelajaran di Kuliyatul Lughah di Al-Azhar, Mesir dan memperolehi ijazah sarjana muda dalam jurusan pengajian bahasa Arab kemudian menyambung pelajaran sehingga mendapat ijazah sarjana (M.A) dalam jurusan kehakiman dan perundangan Islam selama 2 tahun. Kemudian beliau mendapat diploma pendidikan di Darul Azhar dan pulang ke tanahair Februari 1962.

Perkhidmatan :

Pada 1962 beliau membuka sekolah dengan menggunakan tanah wakaf yang diberi oleh ibu saudara Hajah Kalthom iaitu Sekolah Menengah Ugama Darul Ulum, Pulau Melaka di sebelah petang dan sebelah pagi beliau berkhidmat di Sekolah Menengah Agama Tarbiatul Mardhiyah, Panchor, Kemumin. Pada sebelah malam beliau menjadi guru dan penyelia di sekolah dewasa selama 2 tahun.

Pada 1 Januari 1964 beliau meletakkan jawatan dan berkhidmat di Ma’had Muhammadi, Jalan Merbau, Kota Bharu.

Bidang Politik :

Beliau menjadi ahli PAS sejak 1967. Pada Julai 1967 hingga 1986 beliau menjadi calon PAS dalam pilihan raya kecil Parlimen Kelantan Hilir (sekarang Pengkalan Chepa). Pada tahun 1986 beliau berpindah untuk bertanding di kerusi kawasan Parlimen Bachok dan Ahli Dewan Undangan Negeri (DUN) Semut Api hingga sekarang.

Pada 1971 beliau dilantik menjadi Ketua Dewan Ulama’ PAS Pusat hingga 1995. Kemudian dilantik Mursyidul Am PAS mengambil alih tempat yang ditinggalkan oleh Tuan Haji Yusuf Rawa.

Pada 1978 Tuan Guru dilantik sebagai Pesuruhjaya PAS Kelantan kemudian Menteri Besar Kelantan pada Oktober 1990. Dari sinilah bermulanya satu era kepimpinan ulama dan peranan serta tanggungjawab beliau bukan satu tugas yang kecil.

Beliau telah menulis beberapa buah buku antaranya ‘Mengapa Saya Tidak Masuk Kristian’ dan beberapa buah buku telah diterbitkan mengandungi siri-siri kuliah dan ceramah.

Pendakwah :

Dengan pengalaman yang ada, beliau telah membimbing pelajar Ma’had Muhammadi dengan menanam kesedaran dan akhirnya timbul satu ‘Halaqat pengajian yang sekarang disebut usrah. Selepas itu wujud sebuah surau yang masih ada di Ma’had Muhammadi Al-Banat, Jalan Merbau, Kota Bharu di mana surau itu dijadikan tempat latihan sembahyang jemaah dan dakwah.

Seorang Petah Bercakap

Tuan Guru lebih dikenali sebagai ulama kerana petah berpidato. Beliau telah diasuh oleh bapanya setiap hari Jumaat di masjid sejak dahulu lagi.

Ucapan beliau terang berserta dengan perumpamaan yang jelas dan memudahkan para pendengar memahaminya. Inilah cara beliau mendapat tempat di hati penyokongnya. Ilmu yang disampaikan merupakan khazanah dan kesetnya tersiar di seluruh negara hingga ke Selatan Thailand dan mendapat sambutan dari setiap peringkat sehingga menjadi bahan rujukan di pusat pengajian tinggi.

Keistemewaan :

Satu perkara yang luar biasa Nik Abdul Aziz, mengendalikan pondok bergerak sejak 1962 hingga sekarang. Beliau tidak pernah berhenti keluar rumah siang dan malam memberi kuliah dan berceramah kepada orang kampung.

Walaupun beliau telah menjadi Menteri Besar, bidang pendidikan tidak pernah ditinggalkan. Setiap malam Jumaat dan Khamis beliau mengajar dan setiap pagi Jumaat mengadakan kuliah kerana bagi beliau mengajar adalah kerja yang paling mulia sebab ia merupakan pekerjaan para Anbia’.

Penghargaan :

Beliau mendapat penghargaan:
1. Jaksa Pendamai (JP) pada 10 Julai 1968 oleh Duli Yang Maha Mulia Sultan Yahya Putra Ibnu Almarhum Sultan Ibrahim.
2. Kesatria Mangku Negara (KMN) oleh Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong.
3. Dikurniakan Darjah Kebesaran Jiwa Mahkota Kelantan Yang Amat Mulia peringkat pertama (Al-Isma’illi) SJMK yang membawa gelaran Dato’ pada 30 Mac 1995.

Perkahwinan :

Pada usia 34, beliau mendirikan rumah tangga dengan Datin Tuan Sabariah bin Tuan Ishak bin Raja Awang, berasal dari Kampung Kemumin, Kota Bharu iaitu tahun 1962. Hasil perkahwinan selama 30 tahun itu dikurniakan 10 cahaya mata lima perempuan dan lima lelaki.

Mereka adalah Nik Aini, Nik Umar, Nik Adli, Nik Abdul Rahim, Nik Abduh, Nik Adilah, Nik Muhamad Asri, Nik Amani, Nik Amalina dan Nik Asma’ Salsabila.

Kehidupan beliau sederhana tinggal di sebuah rumah kayu binaan kampung. Ruang tamunya tidak dihiasi dengan set sebagaimana yang menjadi kebiasaan di rumah pembesar negeri. Apa yang ada sebuah almari yang penuh dengan kitab agama.

Beliau juga tidak membenarkan isterinya memakai sebarang perhiasan begitu juga dengan anaknya. Ternyata apa yang ditarbiyahkan ke atas keluarga dilakukan sendiri oleh beliau. Baju Melayu teluk belanga, kain sarung pelikat dan serban sudah menjadi pakaian rasmi beliau.

Ahli Parlimen yang komited :

Sebelum terpilih menjadi ADUN Semut Api dalam pilihanraya umum 1986 dan kemudiannya terpilih menjadi Ketua Pembangkang di Dewan Undangan Negeri Kelantan, Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz telah terpilih menjadi Ahli Parlimen PAS bagi kawasan Pengkalan Chepa selama tiga penggal berturut-turut.

Selama menjadi Ahli Parlimen, beliau telah menyumbangkan pelbagai idea, saranan dan kritikan melalui ucapan-ucapan yang disampaikannya di Dewan Rakyat.

Kerajaan contoh :

Selaku Menteri Besar negeri Kelantan yang ada pada suatu masa dahulu pernah digelar Serambi Mekah itu, sudah pastilah Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz akan berusaha untuk menghidupkan semula sebutan dan fungsi gelaran yang pernah diberikan kepada negeri Kelantan itu.

Satu hal yang menarik ialah di samping kesibukannya menjadi ketua pentadbiran bagi sebuah kerajaan negeri yang secara kebetulan menjadi tumpuan pelbagai pihak dalam dan luar negeri, Tuan Guru Haji Abdul Aziz masih mampu meneruskan ceramah mingguannya pada setiap pagi Jumaat bertempat di Dewan Zulkifli Muhammad Bangunan PAS yang terletak ditengah-tengah pusat bandar Kota Bharu, ibu negeri Serambi Mekah itu.

Di sinilah di Dewan Zulkifli Muhammad inilah, ribuan umat Islam akan berkumpul beramai-ramai pada setiap pagi Jumaat untuk mengikuti ceramah mingguan YAB Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat, Menteri Besar Kelantan yang dikasihi dan dihormati itu.

linkWithin

Related Posts with Thumbnails